LD2

DATA DOKTER

– Dokter Nurul Handayani SP.A
– Dokter Amelia Lousia Kristiani SP.B
– Dokter Elfina SP. PD
– Dokter Siti Yurika
– Dokter Hartono Madong, SPOG, M.Kes
– Dokter Yunita Latif Lole, SP. M
– Dokter Ria Sulistriana, SP. Rad
– Dokter A. Ismail Mais

– Dokter Andri Lius
– Dokter Arianto
– Dokter Budianto
– Dokter Dian Wahyuni
– Dokter Evan Marulitua Sitorus
– Dokter Fadli FIkri Fauzi
– Dokter Irma
– Dokter Yuli

Alat Alat Unggulan

1. Pelayanan Radiologi
– CT Scan
CT Scan adalah salah satu peralatan radiodiagnostik dengan menggunakan sinar-x. pada dasarnya gambar yang dihasilkan merupakan pemetaan dari penyerapan objek terhadap sinar-x
– MRI

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambaran organ dalam pada organisme hidup, juga untuk menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi. Biasa digunakan untuk menggambarkan secara patologi atau perubahan fisiologi otot hidup. Pada pengobatan, MRI digunakan untuk membedakan otot patologi seperti tumor otak dibandingkan otot normal

-MSCT 128 Slices Dual Sources

Teknologi terbaru MSCT 128 Slices Dual Sources merupakan teknologi pencitraan radiologi diagnostik paling mutakhir. MSCT memiliki berbagai fitur untuk mempercepat waktu pemindaian, meminimalisi dosis radiasi, dan meminimalisi artefak.

Kemampuan pencitraan yang lebih cepat serta hasil gambar yang berkualitas memudahkan para tenaga medis mendapatkan hasil diagnostik yang lebih akurat. Selain itu, dalam hal proteksi radiasi, alat ini mampu mengurangi paparan radiasi pasien dan operator karena memiliki fitur yang meningkatkan efektivitas pesawat secara maksimal dan mampu meminimalisasi paparan radiasi tanpa mengurangi kualitas gambar.

2. Pelayanan Jantung
– ESMR
Alat canggih untuk mendeteksi penyumbatan jantung

3. Pelayanan Bedah Urologi
– ESWL
Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) merupakan terapi non-invasif, karena tidak memerlukan pembedahan atau pemasukan alat kedalam tubuh pasien. Sesuai dengan namanya, Extracorporeal berarti diluar tubuh, sedangkan Lithotripsy berarti penghancuran batu, secara harfiah ESWL memiliki arti penghancuran batu saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar tubuh.

4. Pelayanan Radioterapi
– LINAC
Alat ini membantu proses  pengobatan radiasi dengan sumber radiasi mempunyai jarak dengan target yang dituju atau berada diluar tubuh. Sumber yang dipakai adalah sinar X atau photon yang merupakan pancaran gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh pesawat liner akselerator (LINAC).
– COBALT 60
Mesin treatment memasukkan sumber-sumber gamma untuk keperluan radioterapi berkas eksternal yang disebut mesin teletrapi. Sebagian besar sering dibuat secara isosentris, membiarkan berkas berotasi di sekitar pasien dengan SAD yang ditentukan.

Instalasi Gawat Darurat Berperan dalam:

  • Memberikan pelayanan gawat darurat yang cepat, tepat dan cermat dan terjangkau sesuai kebutuhan masyarakat. Menyiapkan fasilitas SDM yang terampil dan bermutudalam melakukan pelayanan gawat darurat.
  • Meningkatkan mutu tenaga pelayanan khusus gawat darurat secara berkesinambungan.
  • Berpartisipasi dalam melaksanakan penelitian di bidang gawat darurat.

Instalasi Gawat Darurat bertugas:

  • Menyelenggarakan pelayanan medis pasien gawat darurat yaitu pasien dengan ancaman kematian dan perlu pertolongan segera (critically ill patient), pasien yang tidak ada ancaman kematian tetapi perlu pertolongan segera (emergency patient), dan pelayanan pasien tidak gawat tidak darurat yang datang ke IGD selama 24 jam terus menerus.
  • Mengelola pelayanan khusus siaga bencana dan pelayanan medis saat bencana.
  • Bersama dengan Bagian Pendidikan & Penelitian mengelola pelatihan penanganan pasien gawat darurat.

Kegiatan Instalasi Gawat Darurat:

A. Penyelenggaraan pelayanan medis gawat darurat:
pelayanan resusitasi, pelayanan bedah (surgikal), pelayanan nonbedah (Medikal), obstetrik ginekologi dan pediatrik yang meliputi kegiatan :
– Monitoring supervisi pelayanan medis di R. Tindakan, Observasi/Rawat Sementara.
– Monitoring supervisi keluhan pasien/pelanggan lain.
– Audit pelayanan dan audit kematian.
– Pendataan dan penanganan kasus bermasalah.
– Pengawasan transportasi pasien gawat darurat dari IGD ke OK atau ICU.
– Melakukan pelayanan kasus tidak gawat tidak darurat melalui
pelayanan poliklinik 24 jam.

B. Pengelolaan unit administrasi umum dan pengaturan SDM yang meliputi :
– Perencanaan kegiatan.
– Pengawasan rekam medik.
– Penyelenggaraan kesekretariatan.
– Akreditasi.
– Pencatatan, pelaporan dan pengolahan data.
– Pengaturan SDM.
– Pengawasan keamanan dan ketertiban dan kordinasi dengan SATPAM.

C. Pengelolaan keperawatan :
– Pengelolaan asuhan keperawatan
– pelaksanaan bimbingan, pemantauan, pengawasan, dan penilaian asuhan keperawatan
– Pemantauan dan pengawasan etika profesi keperawatan
– Pengawasan pendukung pelayanan (koordinasi pekarya)

D. Pengelolaan penunjang dan pelatihan
– Pengelolaan peralatan medis dan non medis.
– Pengawasan kebersihan (koordinasi kegiatan Cleaning Service)
– Pengawasan Depo Farmasi.
– Pengelolaan pendidikan dan pelatihan gawat darurat.

E. Penyelenggaraan pelayanan khusus/siaga bencana :
– Pelayanan penanggulangan gawat darurat terpadu bencana
– Pelayanan pusat pengobatan keracunan tingkat Provinsi Jawa Barat.
– Pelayanan siaga VVIP.
– Pelayanan komunikasi dan informasi.
– Pelayanan ambulans.
– Pelayanan siaga dengan pendataan kerawanan dan potensi sumber daya (geomedic mapping).
– Penyiapan tim reaksi cepat (rapid respons) pada saat terjadi bencana.